"BERTEMU DENGANMU ITU TAKDIR, MENJADI TEMANMU ITU PILIHAN, TAPI JIKA MENCINTAIMU SUNGGUH ITU DILUAR KENDALIKU..."
Yap... semakin
mengganggunya rasa itu,, semakin hari semakin nyata.. semakin tak bisa dibendung
lagi,, tuhanku kenapa muncul lagi, perasaan yg kala itu hanya menelisik bagai
candaan di dalam fikiranku,,, bahkan disaat kekasihku masih ada disisiku,,..
salahkan ini..... ?,
semua berawal dari
bunga tidurku,, sejak itu aku tak mampu menghapuskan segala tentang bayangnya,,dia
mengisi labirin labirin otaku memaksa untuk terus mengingatnya seetiap detiknya
...
bertahun tahun ku coba lupakan perasaan itu terlewatkan dengan berbagai dimensi kesibukan,,namun hingga akhirnya bertemu lagi, ya dimensi yg kulewatkan untuk mehapuskan bayangnya tlah merubahnya menjadi wanita yg begitu sederhana, subahanallah ciptaanmu ini tuhan makin membuat diriku tak bisa berucap apa apa..
bertahun tahun ku coba lupakan perasaan itu terlewatkan dengan berbagai dimensi kesibukan,,namun hingga akhirnya bertemu lagi, ya dimensi yg kulewatkan untuk mehapuskan bayangnya tlah merubahnya menjadi wanita yg begitu sederhana, subahanallah ciptaanmu ini tuhan makin membuat diriku tak bisa berucap apa apa..
tuhanku sungguh ini diluar kendaliku, perasaan ini lebih dari seharusnya
,..
Aku hanya mampu
bersembunyi dibalik sepi, berselimut kesunyian
Perasaan ini
tertutup agungnya pertemanan,ya itu menurutnya...
Kamu tak akan pernah
tahu tentang degup irama yg tak sewajarnya ini, ketika melihat senyumu..
Kamu takaan
pernah tahu perasaan setengah matiku ini ketika berjalan dekat denganmu.. tawa
canda mu membuat bahagiaku menemukan surga dunia,,natural dan tidak dibuat
buat,, tuhanku begitu sempurnanya ciptaanmu dimataku ..
Bagimu pertemanan
ini hanya sekedar perteman biasa, ya aku tak menyalahkanmu,, harusnya aku yang
mengingkari rasa ini agar mati, harusnya aku menyadari tak mungkin aku
meruntuhkan pertemanan yg selama ini sudah kita bangun,,
lagi dan lagi aku
tancapkan ragu untuk memberitakan padamu tentang perasaan ini,,tapi perasaan
ini semakin hari semakin mendesakk, sesakk hampir mati,,hingga akhirnya aku yg
harus rela hati...
mungkinkah aku harus membunuh perasaan ini ,
mungkinkah aku harus membunuh perasaan ini ,
menguburnya dalam dalam dan
tancapkan batu nisan yang bertuliskan “atas nama pertemanan”..
izinkan aku bisikan ini kamu cintaku,wanitaku , sahabatku :)
"anindita"


Komentar
Posting Komentar