Jika presepsi ku
salah kumohon jangan berikan kepalan tanganmu,,
haruskah
terhenti, haruskah disudahi saja sampai
disini?
Haruskah aku ajukan pertanyaan itu pada diriku sendiri
? entah susunan apa ini..
Menerka nerka
perasaan sendiri, hingga logika tak berarti
kemudian muncul menyambut pagi yang katanya telah menggagumu terlebih dahulu..
namun terkadang kamu membuatku
frustasi ,
sifatmu tak mudah
aku terjemahkan dalam frasa kehidupanku,,
seperti ini membuatku tak nyaman..
atau mungkin pengacuhanku
yang terlalu berlebihan?
hingga membuat
langkahmu gentar?
bisakah kamu
selami kumohon demi semua huruf yang pernah terpatri.
Tolong pahami aku hingga ke sanubari...
bisakah aku minta
tolong padamu lagi sekali lagi, datangi aku , jangan berlama lama menunggu..
bukanya aku
menujumu, kamu juga menujuku?
Tapi maaf jika
nantinya aku harus menyudahi perasaan ini ,sebelum kamu menoleh kembali,karena
aku takut tiba tiba kamu pergi lagi – kemudian datang lagi,, berulang kali....lagi
dan lagi..
Haruskah sekarang
ku tutup dengan segera bab ini ,diakhiri
dengan doa biarkan aku rapal namamu
mungkin tuhan tahu apa yg akan terjadi
di kemudian hari...
Tapi jangan
buatku berharap setiap hari, agar aku tak karam, sendirian disini termakan
sunyi......

nice share.. :D
BalasHapusWakakkaakkk makasii gan :D
BalasHapusGan2....gandul opo?
BalasHapusHahahahaa...bisa jg yah km nulis nin...
inspirasi dr mana tuh?
hhahha :D nemu di jalann tadii mass :P
BalasHapus