Patah sebelah

Mengapa menangis padahal selama ini ku meng abaikan nya, mengapa sesak padahal sama sekali aku tak tertarik padanya, 
Dia bahkan bukan penjaga mimpi,
Nyatanya aku akan kehilangan sosok pemuja , aku egois sangat egois... Kutak bolehkan ia mendambaa yg lain, hanya aku saja titik !
Kenapa semua tak ada yg tahan, menerjang tembok bersusun putih yg kelihatan nya kelam... 
Susuri ku bilang, sebentar lagi sedikit lagi kumohon... Tapi tak ada yg tahan , perlahan meninggalkannya dalam sepi sendiri,lalu menangis sedu, tak tau harus apa... Tak tau harus bagaimana...
Katakan aku harus bagaimana sekarang?

Tangerang 21 Juli 2020 

Komentar