Seakan akan menertaawai raga sendiri
menerka nerka dengan penuh prasangka,,
tadinya acuhkan sang raga, dan kemudian Menghamba pada sang raga,
prasangka benar – benar atau hanya prasangka kepura – puraan ?
entah raganya yang di tampakkan seperti apa? Atau raga hanya dipermainkan sang raga
disaat sang raga punya raganya...
bahkan bisa di ingat sang raga pun, raga bahagia..
salam hangat dari raga untuk sang raga, disaaat banyak raga mencibir hanya karna raga mengagumi sang raga..


Raga bukan orang ketiga,kedua,atau pertama tapi orang yang hanya bisa mengagumi tanpa memberitau sang raga...
BalasHapusanalisa sebagai raga untuk sang raga...